UNDANG-UNDANG

Bukan sebuah produk hukum. Bukan sebuah peraturan yang harus ditaati segenap warga.

Itu, –saya pikir– merupakan sebuah produk budaya. Produk sosial kemasyarakatan, khususnya Jawa. Daerah transmigran Jawa di Lampung. Kampung halaman saya.

Undang-undang, mengambil makna dari kata undang, mengundang: meminta seseorang datang ke suatu acara yang akan diselenggarakan.

Di desa saya, dulu, ketrampilan undang-undang merupakan sebuah tanda. Tanda bagi seorang anak laki-laki menginjak remaja. Demikian yang ada dibenak saya.

Pak, ajari aku undang-undang Pak“. Pinta saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa berbicara dengan orang lain. Orang yang lebih dewasa. Agar tidak dianggap “gedebok” /batang pisang. Ada tapi tidak bicara.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sugeng sonten Pak de. Angsal kulo mriki, sepindah silaturahim, kaping kalihipun, panjenengan diaturi Kunduren tenggene Bapak“. Kurang lebih begitu.
–tujuan saya kesini, pertama silaturahim, yang kedua mengungan Anda kenduri di rumah Bapak—.
Njeh insyaAllah“. Jawaban yang biasa terdengar.
Njeh mpun kulo pamit rumiyen. Assalamu’alaikum“. Setelah mendengar jawaban, sang remaja muda pamit.

Belajar Bicara

Sekali lagi diajari bicara. Setelah sebelumnya membunyikan kata. Saat balita. Hingga mampu memaknai: “kucing duduk di atas kursi”. Sebagai kucing di atas kursi bukan di bawahnya. Dalam kondisi duduk, bukan berdiri.

Kucing duduk di atas kursi (pxhere.com)

Menginjak remaja, diajari lagi bicara kepada orang lain. Untuk menyampaikan makna, dengan tujuan tertentu. Mengajak, memengaruhi, mengatakan maksud.

Sebuah pelajaran  berharga. Bahwa kita makhluk sosial. Berkomunikasi, berbicara. Yang menjadi pembuktian bahwa layak memasuki masa remaja dengan usia dan nalar jiwa.

Berikutnya akan banyak hal yang perlu kita untuk bicara. Menyampaikan hasil pembelajaran atau penelitian. Melamar anak gadis orang. Mengantar pengantin di acara akad nikah. Dan seterusnya… Berguna.

(Wiyanto Sudarsono)

Leave a Reply

Your email address will not be published.