Si Pengecer Tua

SPDP dan Pengecer Senior

Saya agak kurang nyaman sebenarnya dengan sebutan “Si” untuk orang yang lebih tua. Dan juga dengan kata “Tua”, yang mengisyaratkan sejumlah  angka yang besar dari hari kelahiran. Tapi tak apa, anggap saja sebagai penarik Anda melanjutkan bacaan ini.

Ini tentang orang yang masuk katagori lansia. Enam puluh tahun lebih. Dengan semangat belajar membara. Sangking terpesonanya, saya sampai lupa namanya.

Ia dari Semarang, mantan sopir taksi. Merantau ke ujung Bengkulu, tepatnya Kabupaten Mukomuko.

Saat ini, mereka, ia dan istrinya, berprofesi sebagai pengecer, retailer pupuk bersubsidi. Hebatnya, seluruh administrasi dikerjakan sendiri. Termasuk bermain-main dengan MS Excel untuk membuat rekap penyaluran. Tentu saja saat ini dengan aplikasi T-Pubers. Waktu itu ia tengah bersiap menyambut era T-Pubers.

Ia begitu lincah menceritakan pengalamannya bermain dengan angka dan nama petani di depan laptop. Kebijakan pribadinya dalam melayani petani, begitu mengesankan untuk pengecer pupuk bersubsidi di usianya.

Ada juga pengecer di desa sebelah. Tak kalah tuanya. Tapi ia mengelola lebih banyak bisnis. Kios, sawah, dan kebun sawit. Ia memiliki asisten untuk melaksanakan tatan administrasi pupuk bersubsidi.

Demikian pula ada seorang ibu yang tidak juga muda. Ia delegasikan segala hal terkait komputer dan aplikasi pupuk bersubsidi. Asistennya adalah seorang laki-laki yang merupakan anak sulungnya.

Fakta yang saya saksikan di atas, membuyarkan segala alasan pembangunan SDM pengecer pupuk bersubsidi. Pengecer tidak bisa baca tulis. Usianya sudah tua. Dan segala alasan yang menunjukkan keengganan berubah.

“Si Pengecer Tua” mengajarkan: “saya yang setua ini bisa lho. Masa, yang lebih mudah tidak bisa.”
Seolah mereka mencemooh kitanyang suka beralasan dalam keterbatasan pengecer. “Cari pengecer itu seperti saya, biar tua tapi bisa. Jika tua sudah tidak bisa, mungkin saatnya mencari yang muda”.

Mencari yang tidak gaptek. Cari pengecer Yang kompeten, yang mau jadi pengecer banyak. Meski yang berencana mundur juga ada.

( Wiyanto Sudarsono)

Leave a Reply

Your email address will not be published.