Terbang dengan menantang angin. Terbang tinggi namun tetap terikat di bumi. Itulah layangan. Atau layang-layang.

Apapun bentuknya. Sebesar apapun ukurannya. Seunik apapun kreasinya. Prinsipnya sama: terbang tinggi dengan terikat di bumi. Jika tidak tinggi, tidak akan bertahan bertahan lama. Atau sedang nyangkut di pohon. Jika tidak terikat: layangan putus.

Layangan seperti cita-cita. Harus tinggi. Dengan ketinggian semaksimal mungkin. Setinggi panjangnya benang. Benangnya adalah semangat, usaha, doa: harapan.

Cita-cita akan tegak atau berkibar dengan menantang keadaan. Tidak dengan rebahan. Bahkan yang kerjanya sambil rebahan tetap akan ada tantangan.

Semakin besar angin tantangan, semakin kuat benang harapan, semakin tinggi kemungkinan terbang. Tentu membutuhkan usaha lebih untuk bertahan. Tangan yang kuat untuk memegang. Tapi bisa lebih banyak kesenangan dihasilkan.

Setinggi apapun cita, posisi, kesuksesan, manfaat dan keceriaan tetap ada di bumi. Harusnya begitu. Jika tidak maka hanya di awang-awang. Tanpa manfaat sosial. Dan itu ada di bawah, bukan di atas.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits Riwayat ath-Thabrani)

(WS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.