Taqabbalallahu minnaa wa minkum
Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Serba daging. Aktivitas, menu makan, maupun pembicaraan kami. Rangkaian kegiatan penyembelihan dilakukan. Termasuk pembagiannya.

Angka tahun menunjukkan 1443 H. Kami berhari iduladha di Ngawi, Jawa Timur. Setelah tiga tahun. Qadarullah 1441 H tertahan di Gresik, dan 1442 H kami berhari raya di Lampung. Saya memang menetapkan hati untuk berkuban dimana kami berada.

Ada pemandangan menarik. Bagi saya. Setelah sekian lama. Gotong royong, kerja bersama. Dengan gaya yang “seperti biasa”. Sebelum pandemi korona.

Acaranya ari Ahad kemarin. Meski sebagian jemaah kami ada yang salat iduladha pada hari sabtunya. Pemotongan disepakati hari Ahadnya. Sehingga ada candaan di media sosial: alangkah cepatnya waktu berlalu, sepertinya kemarin baru iduladha, hari ini iduladha lagi.

Jemaah bergotong royong merobohkan hewan, memyembelih, menguliti dan memotongnya menjadi bagian yang lebih kecil. Tugasnya jemaah pria.

Potongan kecil kemudian dipotong-potong lagi, ditimbang, dan dimasukkan ke kantong-kantong. Tugas jemaah wanita. Kecuali memotong tulang belakang dan iga. Pakai kapak. Bapak-bapak yang melakukannya.

Kemudian pembagian dilakukan oleh para pemuda. Penerimanya masyarakat sekitar. Seluruhnya. Iduladha adalah perayaan. Berbagi, saling mengasihi.

Semua menjalankan perannya, sambil bergurau senda. Khas masyarakat desa. Alhamdulillah.

(WS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.