Hadiah Cinta

Soal bahasa cinta, tidak bisa tidak, kita akan mengutip dari Gary Chapman. Orang yang pertama kali mengenalkan istilah ini. Demikian kiranya yang disampaikan mentor kami. Cahyadi “Pak Cah” Takariawan. Ketika Ia mengajari kami. Soal mengutip dalam tulisan. Dalam salah satu kelas menulisnya.

Chapman mengenalkan lima bahasa cinta. Pertama, Kata-kata afirmasi. Ungkapan cinta dengan kata. Jelas kentara. Ternyatakan.

Quality Time. Kebersamaan. Bahkan kadang tidak banyak kata. Membersamai saja sudah cukup. Hanya ini yang dibutuhkan dan perlu dilakukan. Hadir.

Hadiah. Salinglah memberi hadiah, kalian akan saling cinta.

Pelayanan. Ada orang bahasa cintanya itu dengan melayani atau menginginkan dilayani. Jangan ngomong doang, jangan diem diem bae. Action! Apalagi sampai diem-dieman.

Sentuhan. Ada yang bahasa cintanya itu dengan disentuh, senang kalau disentuh. Tentu dengan kelembutan. Misal genggaman tangan, belaian, pelukan. Bahkan sampai ke pijatan ringan.

Kelima Bahasa Cinta ini, semuanya bisa dilakukan kepada keluarga, istri, anak, orang tua. Tergantung bahasa cinta masing-masing anggota keluarga kita. Dan kebanyakan penggunaan konsep bahasa cinta kepada mereka: keluarga.

Bahasa Cinta Pelanggan

Tentu, tidak semua bisa digunakan kepada pelanggan penjualan kita. Kata, hadiah, kebersamaan, pelayanan, sepertinya bisa. Sentuhan agak sulit saya membayangkan. Tapi mungkin bisa.

Secara umum dengan kata-kata bisa. Cinta pelanggan kita. Ada hari pelanggan nasional.

Menunjukan bahwa perusahaan mencintai pelanggan. Dengan tidak hanya mementingkan profit. Ditunjukkan dengan kata-kata. Tersirat ataupun tersurat.

Memberi hadiah, sangat mudah. Sesuai kemampuan dana promosi tentunya. Memberi hadiah kepada pelangga bisa di momen tertentu. Ulang tahun toko. Ulang tahun pernikahan, dll.

Membersamai pelanggan ini penting sekali. Saya melihat beberapa Salesman atau agronomis pupuk dan pestisida melakukan ini. Mereka turun ke lahan. Di pagi buta. Ikut mengaplikasikan pupuk atau pestisida. Yang bahkan tidak semuanya produk jualan mereka. Bukan pula lahan demplot. Hebat sekali.

Pelayanan sangat jelas. Bagian tak terpisahkan dalam penjualan.

Sentuhan, ternyata bisa. Bukan fisik orangnya. Namun bisa menyentuh ke tokonya. Di perindah. Di branding. Bukan sekadar memberi desain dan meminta mereka mencatat sendiri.

Itu seperti, Pak ini lotion. Pak ini minyak. Ini matras dan bantal. Silakan Bapak pinjat kaki Bapak sendiri.

Kenali bahasa cinta. Salah berbahasa bisa bahaya. Bukan cinta yang bersemi tapi kesalahpahaman yang terjadi.

Salam Bulan Bahasa.
(WS)

4 comments on “Bahasa Cinta

  • Anonymous

    Begitu indah dengan bahasa dan terima kasih atas sajian bahasanya Pak

    • Wiyanto Sudarsono

      Bahasa sedemikian kuat dan indahnya. Semoga bermanfaat.

  • Aliansyah

    Islam sejak dulu mengenalkan ini, krn Cinta adalah fitrah

    تهادوا تهابوا
    Dari sana lah saling berkaitan Dengan menggandeng beragam terminologi menggapai substansi nya
    الله اعلم

Leave a Reply

Your email address will not be published.